Wednesday, May 28, 2008

Membudayakan Tertib di Jalan Raya


Cukup lama saya tinggal di bandung kurang lebih sudah 3 tahun. Secara umum dibandingkan kota kelahiran (bogor) memang lebih rapi dan teratur kota bandung. mungkin karena ibukota provinsi, pemerintahnya lebih perhatian dengan penampilan kota. saya sempat bilang ke temen2 di bogor kalo ditanya tentang bandung, saya bilang bandung mah kalo macet paling di lampu merah. ya, kota bandung memang terbukti unggul untuk lalu lintas, kalo ngga salah mendapatkan penghargaan juara 1 se indonesia . tapi kalo kita teliti lagi apakah betul kota ini sudah benar tertib rapi ,dll?
perubahan merupakan keniscayaan,betul? kita ngga boleh puas dengan kondisi kota bandung yang seperti ini.
masalahnya adalah masih seputar tata tertib lalu lintas yang sering disepelekan orang. keprihatinan saya sebenarnya semakin memucak ketika tahu kondisi lalu lintas di luar negeri dari dosen, guru dan temen2 yang sudah merasakan langsung. contoh saja di jerman, dari TK sampai SD mata pelajaran yang diajarkan adalah budaya tertib lalulintas dan kemampuan dasar lainnya. jadi mereka sudah ditanamkan budaya tertib sejak SD bahkan TK. kasarnya, senakal-nakalnya orang sana, mereka akan tertib di jalan, inilah yang saya salut. luar biasa. oleh karenanya, kita jangan kaget kalo lihat langsung maupun tidak langsung kondisi di barat sana yang memang tertib dan rapi. karena memang penduduknya sudah betul2 menyadari mengapa mereka harus tertib. satu contoh yang membuat diri ini kaget. di belanda, orang yang naik kendaraan "nyelap-nyelip" atau memotong jalur orang lain akan ditilang. sementara d bandung dan d indonesia pada umumnya sering terjadi, kebetulan saya juga pernah melakukannya. dan memang di kita hal seperti itu tidak dilarang, betul?kan polisi ngga nilang kalo kita melakukannya..
sebenarnya melalui tulisan ini saya ingin memotivasi diri dan kita semua untuk tertib d jalan. bukankah kita sering mengeluh, macet, masalah kecelakaan dan lain-lain yang berhubungan dgn jalan. masalah2 d jalan sebenarnya muncul dari warga kita sendiri. coba kalo kita parkir dengan benar, jalan d trotoar, ngga jualan di trotoar, naik motor atau mobil dengan seenaknya, insya allah kita akan merasa nyaman d jalan. kebanyakan masyarakat kita belum sadar, dan sulit untuk mengajak, karena latar belakang pendidikan, budaya dan keluarga. kita yang sadar, merasakan pendidikan yang cukup sudah seharusnya memberikan teladan. dimana kah seharusnya kita menyeberang, jalan kaki, parkir, memberhentikan kendaraan d pinggir jalan, dll. saya rasa sudah ada rambu-rambunya tinggal di patuhi saja bukan?
masalah ini tidak hanya di kota bandung, di kota2 besar lainnya mungkin lebih parah lagi. jadi mari kita mulai dari kota masing2,,kalo saya kebetulan d bandung.
bagi temen2 mahasiswa ayo tunjukkan kepedulianmu,,kalo yang kecil aja ngga bisa apalagi nanti ...YANG LEBIH BESAR,

1 komentar:

LiquoR ceRebRosPinaLis said...

ya bener.. saya setuju ama kamu