Wednesday, July 30, 2008

belajar di rumah sakit


"kullu nafsin dzaa iqatul maut.."
setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian (Al imron : 185)

bagi saya rumah sakit adalah salah satu tempat pilihan untuk refreshing. pertama karena bisa berobat dan kedua karena bisa merenung. karena saya tinggal di bandung, rumah sakit pilihan adalah rumah sakit dustira cimahi, mengapa? tentunya karena berobat di rumah sakit ini bagi saya dan anak-anak tentara lainnya gratis. ya, rumah sakit ini memang rumah sakit yang memberikan pelayanan kepada keluarga TNI.
akhir bulan ini saya menyengaja main ke dustira. naik kereta KRD cicalengka-padalarang dari stasiun kota bandung. ongkosnya hanya 1000 rupiah, jauh lebih murah dari naik angkot yang mencapai 8000 rupiah. dengan waktu tempuh 20 menit saya tiba di stasiun cimahi dimana bersebelahan dengan rumah sakit ini. sebenarnya saya hanya ingin medical check up, karena merasa ada bagian tubuh yang sakit, biar tenang. antre pendaftaran mulai jam 10 dan selesai periksa jam 12.45, cukup lama, karena cukup banyak pasien hari ini.
pemandangan yang berkesan bagi saya ketika berada di rumah sakit ini. bukan karena keindahan atau kebersihannya, melainkan pemandangan yang membuat hati ini ingat akan kematian dan bersyukur kepada Allah SWT. entah kenapa, jika saya melihat wajah kebanyakan orang yang berada di tempat ini, menjadikan hati ini tersentuh. wajah mereka menampakkan kepasrahan, kerisauan, kegelisahan. ada yang sedang menunggu di kursi, mungkin mendampingi keluarganya yang sakit dan ada pula yang benar-benar sakit dan sedang menunggu panggilan perawat. subhanallah..
kemudian, ketika saya duduk di ruang tunggu pasien, saya sempat ngobrol dengan salah seorang anggota TNI yang usianya 52 tahun. dia tanya saya sakit apa, dan segala macam yang berkaitan. dan saya cukup kaget mendengarkan cerita beliau, dimana dirinya dan anaknya pernah operasi di rumah sakit ini. subhanallah, betapa nikmatnya kesehatan itu.
bulan juli 2008 ini, bagi saya bulan terbanyak masuk rumah sakit. selain memang saya yang sakit, masuk rumah sakit ketika mendampingi dan menjenguk teman. 3 rumah sakit berbeda saya kunjungi dalam kurun waktu tersebut, subhanallah banyak hikmah. teman saya yang sakit itu : nasri, teman d menwa, kecelakaan motor, dirawat d rs borromeus dan andika, temen menwa juga, sakit DBD, dirawat d rs hasan sadikin. semoga hikmah tersebut membuat diri ini semakin bertakwa, amin.

2 komentar:

yudi said...

di rumah sakit memang merupakan suatu gambaran kecil tentang kehidupan. berbagai macam usia ada di sana, dari yg baru lahir sampai yang telah wafat. di sana cocok juga buat belajar makna kehidupan dan syukur pada nikmat yg diberikan

anggit said...

iya, makanya sy punya program kunjungan k rumah sakit setidaknya 3 bulan sekali, walaupun ngga lagi sakit, insya allah