berikut kisahnya
Kami, rombongan teknik kimia 2005 tiba di PT. DAHANA pada hari Rabu, 30 Januari 2008 Pukul 09.00 WIB. Secara resmi, kami disambut oleh sekretaris PT DAHANA yaitu Bapak Waspada. Berikut hal-hal penting yang kami dapatkan.
Company Profile
DAHANA didirikan pada tahun 1966 oleh TNI-AU di Pangkalan Udara Tasikmalaya. Pada awalnya memproduksi dan memasarkan NG-Basedd explosive yang dikenal sebagai Dinamit untuk mengoperasikan ledakan.
Mengingat kemampuan produksinya dan sejalan dengan kebijaksanaan pemerintah, pada tahun 1973 DAHANA resmi dikelola sebagai Perusahaan Umum ( Perum ) dibawah Departemen Pertahanan dan Keamanan.
Perum DAHANA ditetapkan sebagai Industri Strategis berdasarkan Keppres No. 44 Tahun 1989 dimana tanggung jawab pengelolaannya beralih dari DEPHANKAM kepada Badan Pengelola Industri Strategis ( BPIS ). Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas usaha, DAHANA merubah statusnya dari Perum menjadi PT. Persero ( Perusahaan Perseroan ) menurut Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 1991.
Sejak tahun 1994, DAHANA tidak lagi memonopoli bisnis bahan peledak, dan pada tahun 1997 perusahaan lainnya terjun dalam kancah bisnis ini sehingga terbentuklah persaingan.
Demi kepuasan konsumen, pada tanggal 21 Agustus 1997 kualitas Sistem Manajemen Dahana telah diakui dengan resmi oleh Quality Assurance Services Australia untuk memiliki sertifikat ISO 9002 dengan Nomor Izin : 10591
Pemutakhiran untuk menjadi sistem ISO 9001:2000 telah disertifikasi pada tanggal 9 Januari 2004.
Hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah prestasi PT. DAHANA dalam menghasilkan paten-paten produk dan proses yang dihasilkan sendiri oleh putra-putra bangsa.
Produk
1. DAYAGEL MAGNUM
DAYAGEL MAGNUM merupakan bahan peledak istimewa yang memiliki kekuatan tinggi dan beremulsi sensitif yang kuat. Berwarna abu-abu yang menyerupai padatan.
Dayagel Magnum diameter kecil dikemas dalam cartridge nylon film yang apabila diperlukan dapat disobek untuk memaksimalkan coupling dan bulk strength bahan peledak tersebut di dalam lubang tembak.
2. DAYAGEL PERMITTED
DAYAGEL PERMITTED, bahan peledak emulsi, bahan peledak P1 yang didesain untuk pemakaian dibawah tanah pada pertambangan batubara. Berwarna putih dan terbungkus plastik dengan jepitan kawat baja pada bagian ujung.
3. DAYAGEL PULSAR
Dayagel Pulsar merupakan bahan peledak jenis Emulsi yang memiliki strength medium dan peka detonator. Produk berwarna putih, dengan konsistensi yang menyerupai pasta.
4. DAYAGEL SEISMIC
Dayagel Seismic merupakan generasi terbaru dari bahan peledak seismic. Dengan struktur emulsi water in oil termutakhir, produk ini dikembangkan untuk menjadi bahan peledak seismic yang mempunyai VOD yang tinggi dan umur layak pakai yang lebih panjang.
5. SHARPED CHARGES
Shaped Charges yang dikenal sebagai drilling explosives digunakan oleh perusahaan minyak untuk membuat lubang perforasi pada pipa casing sumur minyak yang dikelilingi semen, sehingga minyak akan mengalir melalui lubang perforasi ke dalam pipa casing dan dapat dipompa keluar.
6. DAHANA ANFO
DANFO (Dahana Ammonium Nitrate Fuel Oil) merupakan bahan peledak berbentuk butiran �free flowing� berbasis Ammonium Nitrate dan Fuel Oil yang tidak peka terhadap detonator.
Bahan peledak ini umumnya dikenal sebagai ANFO, cocok digunakan untuk operasi blasting open pits maupun underground dengan karakteristik lubang kering.
DANFO digunakan sebagai bahan peledak industri, mempunyai safety yang tinggi, mudah dalam penanganannya dan sangat ekonomis bila dibandingkan penggunaan bahan ledak konvensional lainnya.
7. DABEX & ANFO
Dabex dan ANFO Blend merupakan bahan peledak jenis curah yg tahan air, didisain untuk digunaan pada lubang basah yang mensyaratkan bahan peledak dengan komposisi yang tahan air pada operasi blasting open pits.
informasi lebih lengkap di link ini
Uji Ledak
Setelah berlama-lama di gedung serba guna mendengarkan penjelasan, kami diajak langsung mengamati proses produksi bahan peledak yang ada. Ada beberapa spot yang akan kami nikmati. Kelompok saya langsung mendapatkan kesempatan pertama mengamati uji ledak. Ini kali pertama saya melihat langsung pengujian ledakan bahan peledak. Ruang peledakan dari luar tampak seperti gedung kecil biasa. di atasnya ada seperti cerobong asap. Kemudian ada juga blower di dekat cerobong tersebut, untuk memudahkan pengeluaran asap hasil peledakan. Penjelasan dari petugas penanggung jawab gedung uji ledak tersebut kami simak baik-baik. Dari penjelasannya ternyata gedung tersebut memiliki bentuk seperti labirin di bagian dalamnya. Berkelok-kelok. berlapis-lapis yang bertujuan untuk meredam suara ledakan yang dihasilkan. Uji ledak merupakan sebuah bagian dari mekanisme quality Control dari bahan peledak yang diproduksi. setiap batch produksi, dilakukan pengujian. Nah mekanisme pengujian ledak ini ngga sembarangan ternyata. Ada tindakan safety yang dilakukan. Pertama, sebelum diledakkan petugas penguji wajib menggunakan helm, penutup telinga (lupa istilahnya), sepatu, dan perlengkapan safety standar lain. Kemudian, dinyalakan sirine dan pengumuman sebagai tanda peringatan kepada orang-orang di sekitarnya radius sekian ratus meter bahwa akan dilaksanakan peledakan.

Gambar Detonator
Bahan peledak dimasukkan ke dalam ruang, setelah siap, ruang ditutup rapat-rapat, lalu dihitung mundur dan diledakkan. bum...bum..bumm..suara ledakan 3 kali. Nah ada beberapa kawan yang tertipu karena dikira ledakan hanya satu kali. Memang jeda antara ledakan yang satu dengan yang lainnya sekitar 3 detik (saya lupa pastinya). Peserta yang mengamati uji ledak ini harus menjauh sekitar 10 meter dari ruang peledakan ini dan menutup telinga. Teman saya yang tertipu, langsung membuka telinganya ketika ledakan pertama muncul, dan buum...buum.. dia tersentak kaget ketika mendengar suara dan getaran ledakan kedua-ketiga. kami tertawa karena melihat kawan yang tertipu ini. hahaha...

Gambar Salah Satu Jenis Bahan Peledak Gel
Perjalanan berlanjut melihat reaktor mixer gel peledak, kemudian ke bagian pengemasan. Salah satu kelebihan dari peledak yang diproduksi adalah kemungkinan resiko terjadinya peledakan sendiri dari bahan peledak, kecil. Berbeda dengan dinamit yang berbahan dasar Trinitro Toluen (TNT) yang memiliki titik ledak sekitar 80 derajat celcius yang resiko meledak sendiri yang tinggi. Kejadian Peledakan sendiri ini pernah dialami oleh PT Dahana ketika masih memproduksi dinamit ini. Pabrik dinamit terbakar karena ledakan bahan peledak itu sendiri. Ledakan ini akibat suhu ruangan penyimpanan dinamit yang tinggi melampaui temperatur ledak dinamit.




0 komentar:
Post a Comment