
Hari Jumat, 1 Februari 2008 pukul 09.00 – 11.00 saya bareng temen2 Teknik Kimia 2005 berkunjung ke Pabrik madukismo.
Pabrik ini berada ditangani oleh perusahaan PT. Madu Baru. Selain memproduksi gula, pabrik ini juga memporoduksi alcohol dan spiritus dari limbah tetes tebu.
Tebu sebagai bahan baku produksi gula dipanen hanya pada bulan kemarau dimana konsentrasi gula di dalam tebu lebih besar. Oleh karena itu pabrik gula hanya beroperasi pada bulan kemarau. Pada saat tidak beroperasi, pabrik dimaintenance untuk mengentisapasi segala kerusakan yang mungkin terjadi. Begitu memasuki masa operasi, pabrik gula akan beropersi terus menerus secara kontinu tanpa istirahat.
Proses produksi gula:
Proses produksi gula dari tebu dimulai dari pemanenan tebu. Tebu yang telah ditebang hanya diambil batangnya, diangkut dengan menggunakan lori atau kereta kargo menuju pabrik tempat proses berlangsung. Di pabrik, tebu tersebut ditimbang dan dibersihkan dan kemudian akan langsung diproses tanpa disimpan terlebih dahulu.
Langkah selanjutnya dari proses pembuatan gula adalah pemerasan tebu. Tebu yang telah dibersihkan akan dihancurkan sehingga menjadi semacam bubur yang terdiri dari cairan gula tebu dan serat tebu. Cairan tebu akan dipisahkan dari seratnya dengan cara menyiram bubur tersebut dengan air dan memeras larutan bubur. Proses ini dilakukan beberapa kali dan menghasilkan cairan gula tebu yang akan mengalami proses selajutnya. Selain itu proses ini juga menghasilkan serat tebu yang disebut bagas. Bagas ini digunakan pabrik gula tersebut sebagai bahan bakar boiler pemanas cairan gula tebu.
Cairan gula tebu yang diperoleh dari proses pemerasan dipanaskan dan kemudian akan mengalami proses evaporasi hingga larutan menjadi lebih kental. Lartutan gula kental tersebut kemudian didinfginkan sehingga terbentuk kristal-kristal gula. Kristal gula tersebut kemudian dipisahkan dari cairan dengan cara disentrifuga. Kristal gula yang diperoleh diangkut ke tempat pengemasan dan kemudian disimpan di gudang untuk selanjutnya dijual.
Cairan gula yang melewati proses sentrifuga biasanya masih mengandung gula. Larutan ini akan dikembalikan ke proses untuk memisahkan gula yang terkandung di dalamnya hingga dihasilkan produk akhir berupa cairan gula yang kandungan gulanya tidak dapat dipisahkan lagi secara ekonomis. Cairan gula ini disebut molase.
Di pabrik gula madukismo, molase yang dihasilkan digunakan sebagai bahan baku pembuatan alkohol secara fermentasi dengan menggunakan bakteri Saccharomices. Sebelum memasuki bioreaktor, molase tersebut ditambahkan pupuk urea dan NPK terlebih dahulu. Etanol yang diperoleh dipekatkan dengan cara distilasi sehingga diperoleh etanol dengan kemurnian sekitar 90%. Alkohol yang diperoleh kemudian akan diproses sehingga menjadi spiritus. Limbah akhir dari proses fermentasi ini akan dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik untuk memupuki ladang tebu.
Naik Lori Gula
salah satu pengalaman yang menarik dari jalan-jalan kali ini, kami mencoba naik lori yang biasa digunakan untuk mengangkut tebu.

nah kalo musim produksi lori akan tampak seperti ini

Pabrik ini dibuat atas inisatif sultan hamengkubuwono pada tahun 1955. Saya bangga dan salut, karena pabrik ini bukan didirikan oleh Belanda seperti kebanyakan pabrik gula di indonesia, melainkan dibangun oleh Kesultanan Jogja walaupun dengan teknologi Belanda. Namun sangat disayangkan kondisinya saat ini. Umumnya teknologi yang digunakan belum berubah sejak dulu. Akibatnya perolehan gula, kapasitas produksi yang dihasilkan masih minim. Mungkin salah satu faktor kegagalan indonesia memenuhi kebutuhan akan gula adalah karena optimalisasi industri gula yang buruk. Disinilah peran semua pihak dibutuhkan. Tidak hanya insinyur kimia saja, peran pemerintah dan investor sangat diharapkan untuk memajukan industri gula indonesia agar menjadi salah satu eksportir gula terbesar di dunia seperti sediakala.




1 komentar:
wh infonya bagus bgt..bisa minta info yang lain tentang molase???coz buat tugas akhir
Post a Comment