
Saya tergelitik membaca berita ini. Ternyata ganti presiden belum bisa menjadikan USA bersikap objektif dan adil. Seperti informasi yang saya peroleh dari koran republika Kedutaan Amerika, hingga saat ini ternyata masih phobi dengan nama orang Indonesia yang berbau Islam dan kearab-araban. 4 orang mahasiswa ITB (teman saya) yang sedianya akan berangkat sebagai delegasi pada acara Harvard National Model United Nation (HNMUN)ditahan visa-nya hanya gara-gara nama atau pun tampang mereka yang berbau Islam. Keempat orang yang gagal berangkat adalah Misykat Fahada Mochamad Nur karena nama, Demi Tristian ditolak karena dalam pasportnya belum pernah keluar negeri, Ferdinand Petrik Pratama dan Novi gagal pergi karena alasan lain bukan visa. Sementara, Tizar MK Bijaksana, awalnya menggunakan janggut tapi akhirnya bisa memperoleh visa dan pergi ke Boston setelah janggutnya dicukur.
Kata dosen pembimbing mereka, Pak Dermawan, Semua mahasiswa, untuk memperoleh visa hanya di wawancarai sekitar 5 menit. Namun, empat orang tidak memperoleh visa. Selain karena namanya berbau Islam, juga dilihat dari tampang dan ada mahasiswa yang berjanggut jadi susah memperoleh visa. Tapi alhamdulillah 2 orang akhwat yang berjilbab tidak dipermasalahkan. Mungkin mereka (kedubes AS) phobia dengan laki-laki yang lebih cenderung jadi teroris (^_^).
Amerika Serikat yang katanya mbahnya demokrasi malah mendiskrimasikan orang lain. Katanya memegang prinsip bahwa semua manusia memiliki kebebasan yang sama, tapi ternyata mereka malah membedakan orang-orang yang identitas muslimnya kuat. Berarti mereka melanggar prinsip yang telah mereka buat sendiri. Tapi anyway, mudah-mudahan dengan dilantiknya Obama, kasus seperti ini ngga bakalan muncul lagi meskipun kecil sekali kemungkinannya.
Saya khawatir justru kalo begini terus kejadiaannya, Amrik lama kelamaan akan terpuruk. Karena bisa jadi diantara orang-orang yang mereka diskreditkan, justru akan menjadi orang hebat di kemudian hari. Dan krisis ekonomi yang saat ini sedang mereka hadapi bisa jadi juga pertanda keterpurukan tersebut. Wallahu'alam bis showab.




3 komentar:
git,, klo saya sih dah gak heran
namanya juga punya mereka,,,
sekolah, sekolah mereka...
jadi yg punya kebijakan ya punya mereka,,
klo dikaitkan dgn demokrasi,,,
HAM,,, itu mah cuma topeng aja...
kita harusnya ga usah berharap banyak sejak awal,,,
mereka phobia dgn teroris,,
hihi ya iya lah,, dah mereka surganya juga ya di dunia ini,,
mereka mah takut mati,,, dijamin deh... soalnya mereka mah gak yakin selamat kali di akhirat,,,
^_^
tapi anyway, saya punya pandangan seperti itu. amerika serikat (USA) memang negara yg paling berpengaruh saat ini. jadi wajar sj kalo banyak org yg mau blajar. termasuk masalah demokrasi,HAM,dsb. pertanyaannya kenapa mereka harus diskriminatif sama muslim? berarti mereka ngga demokratis dan ngga adil. karena pasti diantara warga USA juga ada yang muslim.
gerak-gerik mereka ini bisa jadi karena mereka juga takut sama islam itu sendiri yang semakin lama semakin besar..wallahu'alam
yah mending pergi ke eropa nih...
Post a Comment