Sunday, August 9, 2009

Travelling in Bontang (2)

Ada beberapa objek jalan-jalan yang udah direncanakan untuk dikunjungi. pernah tanya masyarakat sini, "pak kalo bontang objek wisatanya apa aja?" si bapak ini mikir agak lama dan dengan roman muka yang datar dia balik menjawab,"hmm..kalo objek wisata disini mungkin kayak tanjung laut (ada patung merlion ala singapore), beras basah, dan bontang kuala". "Ya tapi mas, jangan kaget kalo tidak sesuai harapan, karena objek2 itu dianggap biasa, dan orang2 sini kalo wisata ya ke samarinda (20 km dari bontang)". Hoho, agak kaget juga denger penjelasan si bapak yang kurang yakin dengan potensi wisata daerahnya sendiri.

Bontang kuala
Malam minggu ketiga saya bersama temen2 KP badak dimanfaatkan (bagi saya) atau dihabiskan dengan jalan-jalan refreshing. Entah kenapa kalo di kota orang bawaannya pengen jalan2 terutama pas weekend. tapi kalo di kota sendiri (bandung dan bogor) jalan2 pas ada keperluan aja, (ngajar k ujung bandung, ngurus2 bisnis, dan sajabana).

Dengan 2 mobil punya temen, sebut saja dito dan panda, kami meluncur ke bontang kuala ba'da isya. Ada sedikit pengalaman lucu pas nyampe di sana. kebetulan parkiran mobil penuh dan kami harus parkir di pinggir jalan. karena mobil si panda udah kepalang masuk, otomatis kami harus muter balik. nah biar aman, saya inisiatif turun mobil buat markirin tu mobil. dasar emang punya pengalaman ngatur lalu lintas pas latihan menwa, saya cukup mahir untuk yang satu ini. setelah beres markirin mobil panda, saya masih stand by di tempat parkiran. tiba-tiba ada mobil yang mau keluar dari tu tempat parkir. karena ngga ada tukang parkirnya, saya ambil inisiatif lagi markirin itu mobil. dengan gaya yang meyakinkan saya berikan aba-aba parkir seperti biasa. dan apa yang terjadi?setelah mobil dapet jalan, sang supir menyodorkan sejumlah uang ke saya. kaget juga, dalam hati: wah dikira tukang parkir beneran (hehe..), dengan ramah dan tangan berisyarat menolak saya bilang makasih pak... Temen2 ngakak bukan main pas saya ceritain.

perjalanan dari tempat parkir ke kafe kapal rekomendasi mega, cukup membuat kaki kami pegel2. nyari tempatnya aja sampe kesasar. jalanan beralas kayu ulin yang katanya makin kuat kalo kena air pun menjadi saksi putusnya sendal anggit (hehe). nah pelajarannya kalo mau ke bontang kuala lagi jangan naik mobil, harus bawa motor biar kaki ngga gempor. dan ini semua terbayar pas nyampe di kafe kapal. jembatan apung jadi mainan pertama kami. jembatan ini sengaja dibuat untuk menghubungkan tempat parkir motor dan kafe kapal itu sendiri. kafe kapal bukan kapal yang dijadiin kafe. tempatnya memang berbentuk kapal tapi bagian bawahnya sama seperti rumah-rumah di daerah ini yang dipatok dengan kayu ulin. oiya baru tau dari pras kalo jembatan yang kami lewatin istilah kerennya ponton. hehe, tugas khususnya cak suroboyo yang tergabung dalam "jancokers"...


masuk kafe kapal disambut dengan tontonan film, layaknya bioskop di pantai (emang ada??). film lama diputer lagi, lumayanlah buat kota yang ndak ada bioskopnya. kami pilih tempat di lantai dua kafe, khusus buat lesehan. ngga jauh dari tempat kami duduk ada tempat karaoke vip yang dalemnya cuman ada sofa sama TV 21 inch (ngga ada kasur seperti dugaan dito). karena udah pada makan malam di mess hall, anak-anak cuman pesen minum dan makanan ringan. menunya unik juga, saya pesen es dara...(lupa), trus ada beberapa minuman yang namanya aneh2...ono2 wae..


Beras Basah
Objek utama di bontang ini malah jadi prioritas kesekian. kalo ndak salam kami baru bisa kesini minggu ketiga. kenapa jadi objek utama?soalnya kalo tanya temen2 yg KP tahun sebelumnya, tempat jalan2 d bontang dimana?mereka bilang "ke beras basah aja git..". Jadi penasaran kayak apa itu beras basah.


Kami berangkat bareng agak siang, jam 11-an. startnya dari boat house PT Badak. ternyata kami harus naik speed boat dari pantai. cukup 1 boat karena kebetulan yang KP masih sedikit, dan dengan meninggalkan mega yang lagi main voli sama karyawan namnam (hehe..). Pesen si adnan pun diabaikan. kata adnan, "biasanya kalo aq dulu bawa makanan ksana, jadi makan bareng disana". haha, nekad pula, karena ndak tau medan sana booking speed boat dijemput jam 1.
Wow, view nya mantap, ditambah sensasi naik speed boat dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam menjadikan perjalanan ini sangat menyenangkan. kalo naik boat biasanya okti yang paling progresif. berdiri di ujung depan boat, mantaps. dari pantai marina (tempat boat house) pulau beras basah ndak keliatan. perjalanan ke beras basah kami isi dengan foto2..hehe..


Kesan pertama nyampe pulau ini, panas, tak terawat, meskipun cukup indah. Dari kejauhan pulau berpasir putih ini memunculkan diri dengan mercu suarnya yang memprihatinkan. Si panda bilang, dulu ni pulau ngga sekecil sekarang. nah, karena abrasi pantai yang tidak diantisipasi dengan baik, lama-lama pantainya habis. dan mungkin kalo ngga dijaga sejarah pulau wisata bontang ini akan tamat, kasihan..
perjalanan diteruskan ke bagian pantai berpasir putih. Panas sekali disini, apalagi pas matahari tepat di atas kepala, wuidih panasnya bikin kulit2 terbakar memerah. Kulit putih kayak panda jadi merah (bukan merah merona :D). Tapi kalo kulit kayak saya yang sawo coklat jadi makin gelap (hehe..). Pelajarannya, pakailah sunblock sebagai bagian safety, mencegah "skin cancer".


Foto2 di hampir seluruh bagian pulau untuk mengabadikan kenangan ndak perlu lama2. bisa jadi ini bakal masuk sejarah, pertama kalinya mengelilingi satu pulau kurang dari setengah jam.. habis itu duduk2 bareng di pantai berpasir putih melihat orang2 bermain2 dgn air. diri ini tak tahan liat org2 berenang. jadi pengen nyoba merasakan air laut beras basah. dan akhirnya nyebur juga dgn baju seadanya dan tanpa baju ganti..haha..nekat. ternyata pantainya dangkal hampir sejauh 100 meter dari bibir pantai. ini kmungkinan besar akibat abrasi, daerah pantai jadi terendam air laut. organisme pantai beberapa terlihat, seperti bintang laut, alga, dan kawan2.
Udah puas berenang, mengeringkan badan, ternyata jam masih menunjukkan jam 12.30. sementara speed boat datang jam 1-an. Waduh, harus dulu nunggu kita. Seperti terdampar di pulau yang terpencil. tak ada makanan dan hiburan, kasihan kali kami.. Ternyata menunggunya pun plus setengah jam, kapalnya telat. Hal yang membuat kami berpikir dua kali kalo mau ksini lagi...

0 komentar: